Madhava doyan banget main permainan konstruktif, orangtuanya juga sih. Akhirnya mengoleksilah kami beragam mainan jenis tersebut, dari LEGO [http://www.lego.com], Meccano [http://www.meccano.com/] , Eitech [http://www.eitech.de], Fischertechnik [http://www.fischertechnik.de/], Play Mobil [www.playmobil.com/] dan sebagainya. Tidak hanya model konstruksi yang dari plastik, tapi juga dari kertas dan kayu. Difikir-fikir sih seperti mainan anak kecil jaman dulu, dari kulit jeruk, dari kayu. Sayang anak kecil di Indonesia jaman sekarang lebih merasa bergaya kalau main Playstation atau sejenisnya.
Sebagian besar mainan Madhava termasuk kereta model Märklin [http://www.maerklin.de] sudah dikirim ke Indonesia, maka Madhava sekarang hanya bisa bermain dengan sisa-sisa koleksinya. Kebetulan beberapa koleksi Bionicle [http://bionicle.lego.com] masih ada yang tertinggal. Mainan ini tidak kami beli satu model per satu model, tapi kami beli borongan satu kotak. Ya jelaslah harganya murah, sebab bukan dari toko mainan dan sudah terpisah-pisah. Yang penting kan nilai bermainnya tetap tercapai. Termasuk bermain bersama orang tua, jadi prinsip kami mainan bukan pengganti orang tua agar si Madhava asik bermain, tetapi dengan mainan kami bertiga bisa lebih asyik bermain. Soal mencari mainan berharga miring, istri saya itu ekspertnya. Saya cukup pasrah aja dan paling penentu selera.
Saya dan istri karena memang dasarnya hobby berprakarya jadi seneng mainan yang sifatnya konstruktif (mungkin akhirnya jadi edukatif juga). Kalau lagi tidak ada ya kami bertiga berprakarya apa saja. Ya maklum dampaknya rumah jadi sering berantakan, bahan prakarya ada di mana-mana, kadang rumah tamu seperti kapal pecah.
Kembali ke robot Bionicle ini, tentu saja dibutuhkan ketahanan mental dan ketabahan, untuk mereka-reka bentuk robot tersebut, karena komponennya memang bercampur-campur (bahkan bercampur deengan Lego Technik). Berbeda bila kita membeli Bionicle di toko yang 1 kotak pasti akan jadi 1 figur robot. Lebih dari 4 jam kami bertiga, saya, istri saya (Anthi), dan Madhava sibuk mereka-reka dan merangkai-rangkai dari sekotak bagian bionicle ini. Akhirnya jadi lah berbagai bentuk robot yang tidak ada di katalog. Dihitung-hitung siang itu ada lebih dari 25 robot pasukannya Madhava. Adit pun kebagian berkarya membuat robot dari bahan-bahan tersisa.
Setelah jadi, robot-robot itu dibariskan dan Madhava mulai berkhayal. Dia menjadi ninja yang dikeroyok oleh robot bionicle. Tapi dasar Madhava masih juga merengek minta jenis Lego lainnya. Kali ini dia minta koleksi Exoforce [http://exoforce.lego.com/]. Dasar Madhava, artinya istri saya harus berburu mainan murah lagi !
Categories:
Tags: mainan konstruktif